Indihome, Paket Layanan Dalam Satu Bundle Milik Telkom



Sejak diperkenalkanya era fiber optic yang dapat mencapai tingkat kestabilan dalam transimisi data dan kapasitas bandwidth yang lebih besar , PT. Telkom sebagai korporasi terbesar penyedia jasa layanan telekomunikasi di republik ini terus melakukan pembenahan jaringan datanya dengan membangun sejumlah jaringan fiber optic di seluruh Indonesia. Layanan ini diharapkan dapat memberikan kecepatan akses yang lebih baik dari sisi transmisi data dan jangkauan layanan kepada pelanggan yang lebih luas kedepannya

Salah satu produk Telkom yang saat ini sedang naik daun adalah Indihome yang berjalan melalui jaringan kabel fiber optic, dimana otomatis jaringan internet yang didapat juga lebih baik, karena jaringan fiber optic merupakan salah satu infrastruktur jaringan yang tahan terhadap intervensi alam, sehingga dapat terhindar dari gangguan berupa bencana alam dan sebagainya.

Hari ini di rumah salah seorang dari tim seputarteknologi.com menerima tamu dari pihak Telkom yang ingin melakukan pemasangan saluran tv interactive useetv, sebagai bagian dari layanan indihome. Ini merupakan tindak lanjut dari pendaftaran hari kemaren untuk mendapatkan layanan paket indihome dari Telkom, luar biasa memang, daftar kemaren sore via telpon ke 147 dan hari ini langsung akan dipasang, nilai plus untuk Telkom, layanannya sangat cepat. UseeTV ini merupakan layanan tv kabel yang pertama kali mengudara di Indonesia, menyediakan Channel sebanyak 99 saluran, terdiri dari 18 Channel TV Lokal dan 81 Channel TV Internasional.

Layanan indihome ini biasa disebut 3P dan akan memberi pelanggan 3 fasilitas :
Internet dengan kecepatan 1 – 100 Mbps (sesuai paket yang didaftarkan)
Menelpon gratis selama 1000 jam lokal dan interlokal
Layanan TV kabel sebanyak 99 Channel

Sejauh ini kami kami cukup puas, setelah 3 hari menikmati indihome, layanan internet melalui telkomspeedy dan tv kabel useetv tidak saling mempengaruhi, dua duanya tetap dapat bekerja maksimal walau dipakai bergantian ataupun secara bersamaan, internet tetap kencang dan layanan useetvnya tetap jernih tanpa ada gangguan sedikitpun.

Saran kami jika anda ingin mendaftarkan layanan indihome, baik yang sudah ada jaringan speedy dimana yang kurang hanya layanan useetv ataupun memasang semuanya, sebaiknya datang ke plasa telpon untuk tahu harga pemasangan kemudian menelpon ke 147 untuk mengetahui harga yang ditawarkan, mana yang lebih murah itulah yang diambil, tetapi pengalaman kami dan beberapa teman yang lain yang sudah ada jaringan speedy dimana dan yang kurang hanya useetv biasanya kita akan mendapatkan tawaran yang lebih murah jika langsung via 147 karena selalu ada promo

Demikian sedikit ulasan kami tentang indihome milik telkom, mungkin kedepannya kami tim seputarteknologi.com akan membahas lebih teknis kualitas layanan indihome milik telkom ini, semoga bermanfaat.

Fakta Menarik Seputar Perkembangan Internet dan Bisnis



Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Dengan mengakses internet seorang pengguna bisa mengakses informasi berupa teks, gambar, dan video dengan sangat cepat dan juga saling terhubung dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

Kebutuhan akan internet di jaman ini merupakan suatu keniscayaan. Arus informasi yang cepat merupakan salah satu alasan kuat orang lebih membutuhkan internet. Segala perangkat elektronik pun dibuat agar bisa terkoneksi dengan internet. Mulai dari perangkat komputer personal, telepon canggih, jam tangan, televisi dan sebagainya.

Pada artikel ini akan diulas mengenai internet dan potensi bisnis yang terkandung didalamnya. Berikut ini beberapa fakta menarik yang perlu Anda ketahui seputar perkembangan internet dan bisnis masa kini:

Pertumbuhan Pengguna Internet di Indonesia Sangat Pesat

Jumlah pengguna internet di dunia terus meningkat dari tahun ke tahun. Indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna internet tertinggi di dunia. Berdasarkan laporan tahun 2014, saat ini sudah lebih dari 88 juta penduduk Indonesia yang terhubung dengan internet. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jaringan telekomunikasi dan pengguna perangkat smartphone. Seperti kita ketahui, bahwa lima tahun lalu, pemerintah terus menggenjot pemerataan daerah agar terhubung dengan internet melalui program desa berdering. Kini internet di Indonesia semakin maju dengan masuknya jaringan 4G LTE dan perluasan jaringan fiber optik di berbagai daerah.

Pengguna Perangkat Mobile Semakin Meningkat

Jika era awal 2000-an pengguna internet lebih banyak menggunakan perangkat komputer desktop, kini pengguna perangkat mobile semakin meningkat pesat. Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat bahwa pada tahun 2014 akses internet melalui perangkat mobile mencapai 85%, sedangkan tahun sebelumnya tercatat sebessar 65%.

Internet Sebagai Sumber Informasi Pertama

Sebelum seseorang memutuskan untuk membeli suatu produk atau jasa, maka orang tersebut akan menggali referensi dari internet. Menurut hasil survei tahun 2007 oleh comScore, menemukan fakta bahwa 60 persen konsumen menggunakan internet sebagai alat bantu pertama untuk mencari bisnis lokal. Di negara Inggris, sekitar 73 persen responden hasil survei AOL dan Henley Centre, menyatakan bahwa search engine (misal Google) merupakan sumber informasi terpenting guna mencari produk dan jasa ketimbang media elektronik seperti televisi dan media cetak. Saat ini bukan hanya search engine yang diandalkan, melainkan juga sosial media (seperti Facebook, instagram, twitter) yang kehadirannya sangat bermanfaat bagi banyak kalangan.

Bisnis Online dan e-Commerce Semakin Pesat

Besarnya pengguna internet ini merupakan potensi pasar yang tidak bisa diabaikan. Oleh karenanya, potensi yang besar ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Banyak sekali orang yang berlomba-lomba membuat website untuk memasarkan produk dan jasanya di internet. Beragam produk ditawarkan dengan harga bersaing, mulai dari produk rumah tangga, elektronik, makanan, pakaian, otomotif, hingga properti. Maraknya persaingan bisnis internet di Indonesia ditandai dengan hadirnya ratusan start up dan situs-situs besar dari beragam jenis seperti iklan baris, marketplace, forum jual beli, aplikasi android dan lain-lain. Para pemain bisnis internet ini berasal dari kalangan individu dari berbagai latar profesi, termasuk juga para perusahaan besar juga ikut berlomba berjualan online. Para pelaku bisnis internet perlu menguasai strategi khusus untuk meningkatkan omsetnya guna bersaing dengan sesama pelaku bisnis.

Indihome, Paket Layanan Dalam Satu Bundle Milik Telkom

Sejak diperkenalkanya era fiber optic yang dapat mencapai tingkat kestabilan dalam transimisi data dan kapasitas bandwidth yang lebih besar , PT. Telkom sebagai korporasi terbesar penyedia jasa layanan telekomunikasi di republik ini terus melakukan pembenahan jaringan datanya dengan membangun sejumlah jaringan fiber optic di seluruh Indonesia. Layanan ini diharapkan dapat memberikan kecepatan akses yang lebih baik dari sisi transmisi data dan jangkauan layanan kepada pelanggan yang lebih luas kedepannya
Salah satu produk Telkom yang saat ini sedang naik daun adalah Indihome yang berjalan melalui jaringan kabel fiber optic, dimana otomatis jaringan internet yang didapat juga lebih baik, karena jaringan fiber optic merupakan salah satu infrastruktur jaringan yang tahan terhadap intervensi alam, sehingga dapat terhindar dari gangguan berupa bencana alam dan sebagainya.
Hari ini di rumah salah seorang dari tim seputarteknologi.com menerima tamu dari pihak Telkom yang ingin melakukan pemasangan saluran tv interactive useetv, sebagai bagian dari layanan indihome. Ini merupakan tindak lanjut dari pendaftaran hari kemaren untuk mendapatkan layanan paket indihome dari Telkom, luar biasa memang, daftar kemaren sore via telpon ke 147 dan hari ini langsung akan dipasang, nilai plus untuk Telkom, layanannya sangat cepat. UseeTV ini merupakan layanan tv kabel yang pertama kali mengudara di Indonesia, menyediakan Channel sebanyak 99 saluran, terdiri dari 18 Channel TV Lokal dan 81 Channel TV Internasional.
Layanan indihome ini biasa disebut 3P dan akan memberi pelanggan 3 fasilitas :
  1. Internet dengan kecepatan 1 – 100 Mbps (sesuai paket yang didaftarkan)
  2. Menelpon gratis selama 1000 jam lokal dan interlokal
  3. Layanan TV kabel sebanyak 99 Channel
Sejauh ini kami kami cukup puas, setelah 3 hari menikmati indihome, layanan internet melalui telkomspeedy dan tv kabel useetv tidak saling mempengaruhi, dua duanya tetap dapat bekerja maksimal walau dipakai bergantian ataupun secara bersamaan, internet tetap kencang dan layanan useetvnya tetap jernih tanpa ada gangguan sedikitpun.
Saran kami jika anda ingin mendaftarkan layanan indihome, baik yang sudah ada jaringan speedy dimana yang kurang hanya layanan useetv ataupun memasang semuanya, sebaiknya datang ke plasa telpon untuk tahu harga pemasangan kemudian menelpon ke 147 untuk mengetahui harga yang ditawarkan, mana yang lebih murah itulah yang diambil, tetapi pengalaman kami dan beberapa teman yang lain yang sudah ada jaringan speedy dimana dan yang kurang hanya useetv biasanya kita akan mendapatkan tawaran yang lebih murah jika langsung via 147 karena selalu ada promo
Demikian sedikit ulasang kami tentang indihome milik telkom, mungkin kedepannya kami tim seputarteknologi.com akan membahas lebih teknis kualitas layanan indihome milik telkom ini, semoga bermanfaat.

Telkom Perkuat Pembangunan Fiber Optic di Timur Indonesia

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom kembali memantapkan komitmennya dalam mengembangkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi ke seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, pembangunan dan pengelolaan infrastruktur fiber optic semakin ditingkatkan sampai ke wilayah timur Indonesia.
Pada 10 Mei 2015, hal tersebut telah direalisasikan lewat pembangunan infrastruktur sistem jaringan backbone broadband Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) yang langsung diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Jaringan ini menggunakan teknologi fiber optic sepanjang 8772 kilometer yang menghubungkan kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dengan adanya SMCPS, maka salah satu layanan yang disediakan Telkom, yakni IndiHome, tentunya bisa dinikmati secara lebih luas dengan kualitas yang baik di kawasan timur Indonesia.
Dian Rachmawan, Direktur Consumer Service Telkom mengungkap, tujuan Telkom melebarkan sayapnya adalah dengan meningkatkan koneksi fiber optic sampai ke wilayah timur Indonesia.
Ia juga menjelaskan bahwa selain mengusung teknologi fiber optic agar dapat dinikmati masyarakat, Telkom juga ingin kembali membawa telepon sebagai salah satu perangkat yang dapat mendukung kemudahan berkomunikasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.
“Manfaat kami memperkuat pembangunan fiber optic sampai ke wilayah Indonesia adalah ingin membuat pelanggan rumahan kami merasakan manfaat sebuah kebutuhan yang diinginkan di rumah. Terlebih kebutuhan akan koneksi internet dan TV,” tutur Dian.
“Nantinya, Telkom akan kembali membawa telepon sebagai salah satu perangkat praktis, dimana kami akan memberikan waktu 1000 menit gratis akses telepon ke perangkat telepon rumah, baik lokal dan interlokal,” sambungnya.
Lebih lanjut, Dian menjelaskan harapannya terhadap perkembangan teknologi fiber opticyang sedang diusung pada saat ini. Ia mengungkap, tahun ini setidaknya 3 juta pengguna layanan IndiHome dapat diraih. 1 juta pelanggan diharapkan dari wilayah Jabotabek.
Target tersebut juga termasuk para pelanggan yang `migrasi` dari layanan Speedy. Jumlah pelanggan Speedy pun diungkap sempat mencapai angka 3,2 juta pelanggan.
Untuk saat ini, Dian memaparkan bahwa pengguna IndiHome baru mencapai 350 ribu, yang mana telah menjangkau 160 kota di Indonesia.
Di Manokwari sendiri sudah mencapai ratusan pelanggan, dan lokasi pelanggan tertinggi berada di wilayah Jawa Timur. Terkait jumlah yang dikisarkan, ia tidak memberitahu kisaran jumlah pelanggan yang berada di Manokwari dan Jawa Timur.

Akhir 2015, Jaringan Fiber Optic Telkom Sudah Merata di Seluruh Indonesia

Tak hanya mengumumkan perkembangan jaringan 4G LTE dan fiber optic, Abdus Somad Arief selaku Direktur Network PT Telkom juga menyampaikan bahwa diperkirakan bulan Septemper 2015 jaringan fiber optic milik Telkom sudah dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia pada Kamis (21/05).
Terkait dengan diresmikannya proyek Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) pada 10 Mei 2015 lalu oleh Presiden Jokowi di Manokwari, Telkom menargetkan proyek SMPCS tersebut akan selesai pada September 2015 mendatang. Dengan adanya proyek tersebut, jaringan backbone Telkom pun dapat membentang dari Sabang sampai Merauke.
Saat ini, jaringan backbone Telkom sudah membentang dari Banda Aceh hingga Jayapura. Telkom sendiri sudah membangun jaringan backbone fiber optic sepanjang 77.000 KM dan 13,2 juta homepass (rumah yang sudah dilalui kabel serat optik). Hingga akhir tahun ini, Telkom rencananya akan menambah 5 juta homepass sehingga total homepass menjadi 18,2 juta.
Pembangunan infrastruktur fiber optic sendiri termasuk di dalam program Indonesia Digital Network (IDN). Melalui program tersebut, Telkom akan menghubungkan pulau-pulau utama di seluruh Indonesia dengan jaringan fiber optic sehingga rumah-rumah, perkantoran, bahkan pemerintahan dapat menikmati internet yang kencang dan stabil.
Tak hanya itu, Telkom juga rencananya akan membangun jaringan backbone yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara luar. Salah satu proyek yang sedang digarap adalah proyek kabel laut dari Dumai sampai Manado. Dari Dumai kabel fiber optic jalur internasional akan terus ditarik ke Timur Tengah hingga Eropa. Sedangkan dari Manado akan ditarik terus hingga ke Amerika Serikat. Proyek ini rencananya akan selesai pada awal tahun 2017.

2020, Seluruh Kabel Tembaga Telkom Diganti Serat Optik

Perusahaan telekomunikasi Telkom sedang gencar membangun sistem jaringan kabel untuk menyediakan layanan telekomunikasi berkecepatan tinggi. Perusahaan pelat merah itu menargetkan sistem kabel yang sebelumnya memakai material tembaga, akan diganti total dengan kabel serat optik pada 2020 mendatang.
Telkom mengungkapkan hingga saat ini, persentase kabel tembaga dan serat optik berimbang. “Sekarang posisinya 50 persen kabel tembaga dan 50 persen kabel serat optik,” ujar Dian Rachmawan, Direktur Consumer Service Telkom saat ditemui di acara Fiber to The Home (FTTH) Conference & Exhibition Asia-Pacific di Jakarta, Rabu (20/5).
Telkom mengklaim jaringan serat optiknya menjangkau 7 juta rumah di Indonesia. Untuk meningkatkan jumlah pelanggan, Telkom akan mengincar pelanggan rumah tangga dengan IndiHome yang menyediakan tiga layanan telekomunikasi, yaitu Internet, telepon rumah, dan televisi berlangganan berbasis Internet Protocol (IPTV).
IndiHome sendiri saat ini telah memiliki 350 ribu pelanggan dan ditargetkan tumbuh menjadi 3 juta pada ujung 2015. Beberapa wilayah yang jadi target utama adalah Jabodetabek dan Surabaya.
Dian meyakini kabel serat optik akan menjadi tumpuan layanan telekomunikasi di masa depan. “2020 akan pakai fiber (serat optik) semua. Semua jaringan ke rumah akan pakai fiber,” katanya melanjutkan.
Telkom saat ini memiliki sekitar 2.500 teknisi yang bekerja dalam pembangunan infrastruktur jaringan pitar lebar. Hingga akhir 2015 ini perusahaan menargetkan punya 10.000 sumber daya teknisi untuk membangun jaringan kecepatan tinggi itu.
Dari anggaran belanja modal Telkom tahun ini sebesar Rp 25 triliun sampai Rp 30 triliun, sekitar 30 persen di antaranya bakal dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi pitalebar.
Sementara itu, 60 persen belanja modal tahun ini dialokasikan untuk anak perusahaannya yang bergerak di bisnis telekomunikasi seluler, Telkomsel, dan sisanya untuk ekspansi internasional. Telkom memasang target pendapatan Rp 100 triliun di penghujung 2015.
Telkom pada Mei lalu merampungkan pembangunan jaringan tulang punggungnya (backbone)serat optik yang mereka sebut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Seperti namanya, jaringan ini menghubungkan kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua, dengan kabel sepanjang 8.772 kilo meter.
Mereka kini sedang menggarap proyek jaringan serat optik Luwuk Tutuyan Cable System (LTCS) yang akan menghubungkan Luwuk di Sulawesi Tengah hingga Tutuyan di Sulawesi Utara dengan kabel sepanjang 345 kilo meter. Telko menyebut proyek-proyek sistem kabel ini disebut dengan nama Indonesia Digital Network.

Jaringan Fiber: Era Baru Koneksi Internet

Jika dahulu sambungan internet masih menggunakan kabel tembaga yang memiliki kecepatan akses hanya 5 Mbps. Sekarang, semua kabel tembaga tersebut mulai digantikan dengan fiber optik yang memiliki kecepatan hingga 100 Mbps.
Saat ini internet sudah dapat dikategorikan sebagai sebagai kebutuhan pokok yang harus ada dan dimiliki oleh setiap orang. Jika Anda ingat awal mula internet masuk ke Indonesia, kecepatan untuk mengaskses masih dikisaran kilobytes. Namun, seiring berkembangnya teknologi koneksi internet pun kian hari kian cepat.
Koneksi yang kian cepat tersebut sangat berkaitan dengan melonjaknya jumlah obyek yang berkomunikasi dan volume data yang dilewatkan membuat kebutuhan akan bandwidth atau jalan yang disediakan oleh koneksi internet semakin besar. Makanya, semua koneksi yang sebelumnya menggunakan kabel tembaga sudah mulai digantikan dengan menggunakan fiber optik yang memiliki kecepatan hingga 100 Mbps. Selain itu, jaringan fiber optik menghasilkan koneksi yang lebih stabil dan tidak terganggu oleh gelombang elektromagnetik serta lebih aman dari serangan petir.
Makin cepatnya koneksi internet, membuat semua hal yang berhubungan dengan internet makin mudah diakses. Misalnya saja konsep digital home, yang merupakan realisasi dari Internet of Things. Maksudnya, penggunaan internet untuk surveillance camera di rumah, bila mendeteksi gerakan akan langsung merekam, mengirim rekaman ke komputer server, sekaligus mengirimkan notifikasi ke ponsel pintar dari pemilik rumah. Kemudian pemilik rumah yang membuka notifikasi akan membuka aplikasi di ponsel pintarnya, melihat kondisi rumah, memutar arah kamera untuk mendapatkan gambar sudut ruang yang diinginkan dari jarak jauh.

Perluasan jaringan fiber

Tahun 2015 ini adalah waktu yang tepat untuk meng-upgrade koneksi internet mengganti kabel tembaga dengan fiber optik seperti apa yang sedang dilakukan oleh Telkom. Perluasan jaringan fiber optik ke seluruh wilayah di Indonesia yang dilakukan Telkom dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan Indihome. Indihome adalah solusi layanan digital home berupa internet kecepatan tinggi, TV interaktif dan gratis panggilan lokal dan interlokal dari telepon rumah selama 1000 menit per bulan, semuanya dalam satu paket dengan harga yang sangat kompetitif.
Ketiga layanan dalam satu paket tersebut sering disebut dengan tripleplay. Saat ini layanan Indihome yang menggunakan jaringan fiber optik telah tersedia di 160 kota di seluruh Indonesia, terdiri dari 60 kota besar dan 100 kota lainnya. Sehingga, Indihome Fiber dapat dikatakan sebagai layanan tripleplay dengan wilayah layanan paling luas di Indonesia dan menjadi pelopor hadirnya era baru internet fiber di Indonesia.
Selain layanan tripleplay, Indihome juga memberikan layanan tambahan yang dapat dipilih oleh pelanggan sesuai dengan kebutuhannya. Seperti, layanan digital music yaitu bebas streaming musik lebih dari 10 juta lagu yang disediakan oleh Melon (melon.co.id) selama 12 bulan dan mendapatkan gratis perlindungan antivirus Trend Micro selama 3 bulan. Layanan telekomunikasi nirkabel seluler dalam dua jenis layanan: Kartu Halo Telkomsel spesial untuk pelanggan Indihome atau panggilan unlimited dari telepon rumah ke nomor Telkomsel.
Selanjutnya, tersedia juga akses internet wifi di seluruh jaringan Indonesia Wifi atau wifi.id yang tersebar di seluruh Indonesia. Akses internet unlimited di jaringan wifi.id tersebut dapat dinikmati hanya dengan Rp 10.000,- per bulan, layanan panggilan langsung internasional atau global call yang tersedia dalam 5 jenis layanan. Sebagai contoh paket Global 1, dengan negara tujuan USA, Canada, China, Hongkong, South Korea, cukup dengan Rp 50.000,- bisa melakukan panggilan selama 100 menit dalam kurun waktu 1 bulan.
Jika Anda ingin segera menikmati era baru internet lewat Indihome Telkom, informasi mengenai manfaat dan keunggulan layanan Indihome dan proses registrasi pun disediakan melalui web http://indihome.co.id.

Incar Rp500 Miliar, Telkom Pasang Broadband di 18 Pelabuhan

Telkom incar pemasukan Rp 500 miliar dari pasar maritim pada tahun ini dengan mengembangkan jaringan pita lebar di 18 pelabuhan di Indonesia. Untuk itu, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 90 miliar. Hal tersebut dikemukakan Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin di Jakarta pada Rabu (18/2/2015).
Hal ini sejalan dengan program pemerintahan Jokowi untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional dimana ekonomi berbasis maritim adalah salah satu prioritas pembangunan ekonomi ke depan.
Awaluddin menegaskan bahwa program broadband pelabuhan Telkom ini di luar pasar transportasi, melainkan sektor maritim di bidang logistik, perikanan, dan pertahanan.
Pada Maritime Logistic, Telkom akan menyediakan infrastruktur broadband dan layanan ICT di kawasan pelabuhan sebagai pondasi menuju digital modern seaport di Indonesia. Untuk Maritime Fishery, Telkom menyediakan platform digital untuk ekosistem Kampung Nelayan Indonesia sehingga memiliki daya saing yang tinggi dan efficiency cost yang berdampak pada peningkatan revenue maupun benefit bagi ekosistem Kampung Nelayan. Sedangkan Maritime Defense menyediakan layanan ICT di pulau terluar Indonesia untuk kedaulatan RI.
Selanjutnya, Awaluddin memaparkan dukungan ICT Telkom untuk pengembangan sektor maritim Indonesia yang sudah digelar sejak tahun lalu. Telkom telah mengimplementasikan Broadband Ports untuk 6 pelabuhan utama di Indonesia. Enam pelabuhan tersebut antara lain Pelabuhan Belawan, Batam, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makasar, dan Pelabuhan Sorong.
Lalu pada program Maritime Fishery, telah diimplementasikan Digitalisasi 11 Kampung Nelayan dengan layanan Connectivity & ICT dan Content di lokasi Gabion-Medan, Bungus-Padang, Muara Angke-Jakarta, Muara Baru- Jakarta, Paotere Sabutung-Makasar, Tanjung Luar-Nusa Tenggara Barat, Brondong-Lamongan, Pekalongan, Tegalsari-Tegal, Cilacap, dan Pangandaran-Tasik.
Adapun sebagai bagian dari program Maritime Defense, telah diimplementasikan penyediaan fasilitas telekomunikasi (Connectivity VSAT, Femtocell, TV, PSTN) di 11 pulau terluar Indonesia, yaitu Pulau Marore, Berhala, Fani, Nipah, Miangas, Rondo, Bras, Sekatung, Brigif3 Lampung, Batek, dan Pulau Data.
Mengenai investasi yang diperlukan guna membangun 18 Broadband Port ini, Awal memetakan jumlah total anggaran yang disiapkan Telkom mencapai Rp 90 miliar, dimana 65%-nya akan dialokasikan untuk membangun connectivity-nya, 20% untuk platform applicationnya, dan sisanya untuk device. “Untuk device kita tidak terlalu fokus ke sana, karena sudah ada swasta yang mengisi di sana,” sahut Awal.
Adapun 18 pelabuhan yang akan digelar Broadband Ports antara lain, Pelabuhan Banda Aceh, Pangkal Pinang, Kuala Tanjung, Dumai, Panjang, Padang, Cilacap, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Maloy, Lombok, Kupang, Bitung, Ambon, Halmahera, Jayapura, dan Pelabuhan Merauke sebagai bagian dari program Maritime Logistic.
Sedangkan untuk program Maritime Fishery akan diperluas melalui digitalisasi 100 Kampung Nelayan. Adapun program Maritime Defense akan diperluas dengan penyediaan fasilitas telekomunikasi di 25 pulau terluar, yaitu Pulau Batu Berhanti, Batu Mandi, Benggala, Damar, Iyu kecil, Karimun Kecil, Kepala, Mangkai, Nongsa, Pelampong, Raya, Rusa, Salaut Besar, Sebetul, Semiun, Sentut, Senua, Simeuleuceut, Simuk, Subi Kecil, Tokong Belayar, Tokong Malang Biru, Tokong Nanas, Tokongboro, dan Pulau Wunga. “Kami mengincar Rp 500 miliar dari pasar maritim dan logistik pada tahun ini. Ini di luar pasar transportasi,” pungkas Awaluddin.

Dukung Poros Maritim Indonesia, TELKOM Menggelar 18 Broadband Port di Tahun 2015

Jakarta, 18 Februari 2015 – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor maritim Indonesia melalui Kick Off Penggelaran 18 Broadband Port di tahun 2015 yang dilakukan oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin. Hal ini sejalan dengan program pemerintahan Jokowi untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional dimana ekonomi berbasis maritim adalah salah satu prioritas pembangunan ekonomi ke depan.
Direktur Lalu Lintas Laut Kementerian Perhubungan Harry Boediarto mengungkapkan, perlunya dukungan Infrastructure & Communication Technology (ICT) terhadap kegiatan transportasi laut dalam rangka mendukung visi, misi dan program prioritas pemerintahan Jokowi untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Dalam hal ini Muhammad Awaluddin mengatakan, Telkom ikut berkontribusi mendukung program tersebut dengan mengelola sektor maritim yang fokus pada Maritime Logistic, Maritime Fishery serta Maritime Defense. Maritime Logistic menyediakan infrastruktur broadband dan layanan ICT kawasan pelabuhan sebagai pondasi menuju digital modern seaport di Indonesia. Maritime Fishery menyediakan platform digital untuk ekosistem Kampung Nelayan Indonesia sehingga memiliki daya saing yang tinggi dan efficiency cost yang berdampak pada peningkatan revenue maupun benefit bagi ekosistem Kampung Nelayan. Sedangkan Maritime Defense menyediakan layanan ICT di pulau terluar Indonesia untuk kedaulatan RI.
Selanjutnya, Awaluddin memaparkan dukungan ICT Telkom untuk pengembangan sektor maritim Indonesia yang sudah digelar di tahun 2014. Pada program Maritime Logistic, telah diimplementasikan Broadband Ports dengan layanan Connectivity dan ICT (penggelaran infrastruktur fiber optic, akses @wifi.id dan penguatan sinyal Telkomsel) untuk 6 pelabuhan utama di Indonesia. Enam pelabuhan tersebut antara lain Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makasar, dan Pelabuhan Sorong.
Pada program Maritime Fishery, telah diimplementasikan Digitalisasi 11 Kampung Nelayan dengan layanan Connectivity & ICT (penggelaran infrastruktur fiber optic, internet dan astinet, akses @wifi.id, CCTV serta penguatan sinyal Telkomsel) dan Content (website kampung-nelayan.com dan pembuatan wallboard) di lokasi Gabion-Medan, Bungus-Padang, Muara Angke-Jakarta, Muara Baru- Jakarta, Paotere Sabutung-Makasar, Tanjung Luar-Nusa Tenggara Barat, Brondong-Lamongan, Pekalongan, Tegalsari-Tegal, Cilacap, dan Pangandaran-Tasik. Adapun sebagai bagian dari program Maritime Defense, telah diimplementasikan penyediaan fasilitas telekomunikasi (Connectivity VSAT, Femtocell, TV, PSTN) di 11 pulau terluar Indonesia, yaitu Pulau Marore, Pulau Berhala, Pulau Fani, Pulau Nipah, Pulau Miangas, Pulau Rondo, Pulau Bras, Pulau Sekatung, Brigif3 Lampung, Pulau Batek, dan Pulau Data.
Untuk rencana pengembangan di tahun 2015, Awaluddin menyampaikan, Telkom akan menggelar Broadband Ports di 18 pelabuhan lainnya dengan nilai investasi sekitar Rp 5 milyar per port. Untuk itu Telkom telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp 90 milyar demi penggelaran broadband port ini. Adapun 18 pelabuhan yang akan digelar Broadband Ports antara lain, Pelabuhan Banda Aceh, Pelabuhan Pangkal Pinang, Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Padang, Pelabuhan Cilacap, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Palangkaraya, Pelabuhan Maloy, Pelabuhan Lombok, Pelabuhan Kupang, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Halmahera, Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Merauke) sebagai bagian dari program Maritime Logistic. Sedangkan untuk program Maritime Fishery akan diperluas melalui digitalisasi 100 Kampung Nelayan. Adapun program Maritime Defense akan diperluas dengan penyediaan fasilitas telekomunikasi di 25 pulau terluar (Pulau Batu Berhanti, Pulau Batu Mandi, Pulau Benggala, Pulau Damar, Pulau Iyu kecil, Pulau Karimun Kecil, Pulau Kepala, Pulau Mangkai, Pulau Nongsa, Pulau Pelampong, Pulau Raya, Pulau Rusa, Pulau Salaut Besar, Pulau Sebetul, Pulau Semiun, Pulau Sentut, Pulau Senua, Pulau Simeuleuceut, Pulau Simuk, Pulau Subi Kecil, Pulau Tokong Belayar, Pulau Tokong Malang Biru, Pulau Tokong Nanas, Pulau Tokongboro, dan Pulau Wunga.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama Penyediaan ICT antara Telkom dengan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Pelindo I, TNI AL, dan KPL Mina Sumitra sebagai bentuk dukungan Telkom untuk pengembangan ICT di sektor maritim Indonesia.
“Wujud bakti Telkom Indonesia terhadap kemajuan industri maritim Indonesia”

Pakai SMS, Nelayan Bengkulu Bisa Tahu Titik Kumpul Ikan

Kabar gembira untuk para nelayan di Bengkulu. Mereka akan mendapatkan panduan tempat berkumpulnya ikan di laut. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memberikan fasilitas pendeteksi titik berkumpulnya ikan di laut. Para nelayan bisa mendapatkan info titik kumpul ikan ini melalui pesan pendek di telepon seluler sebelum mereka berangkat melaut.

Program ini merupakan kerja sama PT Telkom Tbk dan Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu. "Awalnya fitur ini untuk kapal yang bersandar di Pelabuhan Bengkulu. Kapal-kapal itu dibekali automatic identification system untuk mendeteksi atau memantau kapal-kapal yang akan memasuki Pelabuhan Bengkulu,” kata General Manager Telkom Witel Bengkulu Nugroho Setio Budi, Jumat, 24 Juli 2015.

Fitur ini berguna untuk memantau lalu lintas keluar-masuk area pelabuhan, sehingga memudahkan pendeteksian jika terjadi sesuatu terhadap kapal. Telkom kemudian mengembangkan program ini dengan menciptakan layanan pesan pendek untuk nelayan yang akan mencari tempat ikan berkumpul. Pengiriman pesan pendek ini menggunakan teknologi 2G dengan memanfaatkan base transceiver station yang dimiliki Telkom. Fitur teknologi ini bisa digunakan di ponsel sederhana.

Selama ini nelayan kecil berangkat mencari ikan ke laut tanpa dibekali teknologi. Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan memiliki info ihwal titik-titik koordinat tempat ikan berkumpul. Hanya, info itu diakses secara manual. Telkom akan membantu menyebarkan informasi itu melalui pesan pendek ke nomor nelayan.

Nugroho menambahkan, selain menginformasikan titik koordinat kumpul ikan, Telkom akan memberikan sejumlah informasi terbaru, seperti harga ikan di sejumlah tempat pelelangan ikan di Provinsi Bengkulu.

“Program ini merupakan bagian dari Smart City yang digagas Telkom, program untuk membantu tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan program kemaritiman,” kata Nugroho.

Anak Usaha Telkom Incar Pendapatan Rp3 Triliun

Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma) mengincar pendapatan sekira Rp2,5 triliun-Rp3 triliun pada tahun ini.
“Pasokan pendapatan selama ini berasal dari bisnis Sistem Integrasi (SI) yakni sekitar 50 persen, Data Center (35 persen), dan Cloud Computing (15 persen),” kata Direktur Utama Telkomsigma Judi Achmadi di Jakarta, Kamis (11/6/2015).
Perusahaan penyedia layanan Teknologi Informasi (TI) ini ingin meningkatkan kontribusi bisnis Data Center menjadi 40-45 persen di 2015. Penyedia layanan Data Center terbesar di Indonesia ini telah dipercayai lebih 150 pelanggan dari berbagai industri yang menggunakan layanan Data Center dan Managed Services.
Karena itu, TelkomSigma melalui layanan data center yang dibesutnya berhasil meraih penghargaan dalam ajang Corporate Image Award 2015 untuk kategori Data Center. Corporate Image Award merupakan perhargaan tertinggi untuk perusahaan yang memiliki reputasi terbaik di Indonesia.
Penghargaan berdasarkan pada survei rutin secara independen yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group, dimulai dari tahun 2000.
“Masyarakat saat ini sangat smart dalam memilih produk ICT terbaik. Telkomsigma sebagai perusahaan penyedia layanan dan solusi berbasis ICT terbesar di Indonesia selalu siap untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan strategic partners untuk menjaga kepercayaan klien,” pungkasnya.

Telkom Pamerkan Produk dan Layanan Unggulan Pada Pameran Indonesia Hebat

Jakarta, 21 Agustus 2015 – Masih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT. Telkom Indonesia, Tbk (Telkom) berpartisipasi dalam Pameran Indonesia Hebat yang berlangsung di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara yang diselenggarakan Kementerian BUMN ini berlangsung selama 3 hari pada tanggal 21 sampai dengan 23 Agustus 2015. Melalui pameran ini, Telkom berharap rakyat Indonesia semakin bangga atas pencapaian yang telah diraih bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang Information & Communication Technology (ICT).
Dalam Pameran Indonesia Hebat yang diikuti oleh 58 BUMN ini, Telkom menghadirkan booth yang mengusung tema Telkom Hadir untuk Negeri dan Telkomsel Paling Indonesia, Untuk Indonesia. Tema ini terdiri dari Telkom Membangun Backbone Darat dan Laut (Network Backbone Access Wifi dan Fiber) untuk Negeri, Telkom Hadir untuk Hiburan Rumah Digital (IndiHome), Telkom Hadir untuk UKM Digital, Telkom Hadir untuk Korporasi Digital, Telkom Hadir untuk Solusi Digital Maritim dan Logistik, Telkom Hadir untuk Inovasi Digital Lifestyle, Telkom Hadir untuk Lingkungan, Telkom Hadir untuk Konektivitas Global dan booth Telkomsel.
“Pameran Indonesia Hebat ini merupakan momen yang sangat tepat untuk menunjukkan eksistensi dan bakti BUMN dalam mendukung seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Diharapkan melalui pameran ini, bangsa Indonesia dapat bangga dengan seluruh pencapaian, inovasi dan hasil karya yang asli, made in Indonesia, ujar Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga di Jakarta (21/8).
Telkom menampilkan produk-produk dan layanan yang memang menjadi produk dan layanan unggulan Telkom, yakni Home Solution, Mobile Solution & Wireless Solution, UKM Solution, dan Digital Content & Application. Home Solution sendiri dikenal dengan merek brand IndiHome, yakni layanan terpadu Telkom yang terdiri dari High Speed Internet Access, Telepon Rumah, Usee TV (interactive TV), IndiHome Store dan IndiHome Automation. Melalui IndiHome seluruh kebutuhan connectivity untuk rumah sudah terpenuhi.
Adapun UKM Solution, Telkom menampilkan program Bagus Indonesia. Kampung UKM Digital merupakan salah satu implementasi dari program Bagus Indonesia yang memberikan solusi bagi UKM antara lain High Speed Internet, Bostoko, blanja.com dan direktori UKM smart bisnis. “Solusi UKM yang ditawarkan dan ditampilkan dalam Pameran Indonesia Hebat ini sudah banyak digunakan oleh para pelaku UKM dan terbukti dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis para pelaku UKM,” jelas VP Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo.
Sementara untuk Mobile Solution dan Wireless Solution, Telkom bekerjasama dengan entitas anak usahanya, Telkomsel memamerkan layanan 4G LTE dan Wifi Id. Solusi tersebut akan membuat siapa pun tetap terhubung dengan high speed internet walaupun sedang dalam perjalanan, sehingga tidak ada pekerjaan ataupun keputusan bisnis yang tertunda.
Selain itu, Telkom juga sudah mengembangkan berbagai konten dan aplikasi untuk berbagai keperluan yang dikemas dalam IndiHome Store yang diantaranya adalah Qbaca yang merupakan layanan e-book, aplikasi video conference UMeetMe, aplikasi kesehatan UDoctor, serta aplikasi UContest.
“Produk dan layanan tersebut dapat dilihat dan dicoba selama Pameran Indonesia Hebat, sehingga masyarakat umum dapat merasakan kehebatan teknologi digital yang disediakan Telkom,” tandas Arif.
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, Telkom menghadirkan incinerator sebagai bagian dari solusi sampah terpadu. Kemudian selain mengembangkan layanan komunikasi dalam negeri, Telkom juga hadir untuk melayani kebutuhan komunikasi global melalui anak perusahaan Telkom Internasional yang telah hadir di 10 negara yaitu Singapura, Malaysia, Myanmar, Timor Lester, Australia, Hongkong, Macau, Taiwan, Arab Saudi dan Amerika Serikat.
Lebih jauh Arif mengharapkan melalui keikutsertaan Telkom dalam pameran tersebut pihaknya dapat menginspirasi generasi mudah agar dapat menghasilkan karya-karya unggulan yang akan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Telkom raih banyak penghargaan di Juni ini

Sepanjang Juni ini, Telkom berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan dalam berbagai ajang penghargaan, baik nasional maupun regional.
Mengawali bulan Juni, Telkom berhasil menjadi juara umum dalam ajang Asia Pacific Stevie Awards 2015 yang berlangsung di Shanghai. Penghargaan bergengsi tersebut diraih karena Telkom memenangkan 10 penghargaan yang terdiri dari 5 Gold dan 5 Silver.
Penghargaan yang diraih oleh Telkom untuk Gold Award, meliputi New Products & Services: Software - Mobile Development or Mobile Operations Management Solution melalui Implementasi solusi mobile Work Automation (mWA) di Indofarma, AIA Finance, New Products & Services: Software - Cloud Related melalui Implementasi nWA di Lubricant berbasis cloud computing, Customer Service Team of the Year melalui Smart Winning TeAM to SME market, New Products & Services: Software - Asset or Financial Management Solution melalui Financial Inclusion Branchless Banking (FIBB), New Products & Services: Software - Governance, Risk & Compliance Solution melalui IndiGOV - e gov in local government.
Sedangkan untuk Silver Award meliputi New Products & Services: Business-to-Business Services melalui Implementasi e-ticketing di KCJ, e-parking di PT. Reksa, New Products & Services: Software - Mobile Development or Mobile Operations Management Solution melalui T-zone Femtocell in Plantation, New Product Awards Category Telecommunication Service melalui Contact Center POLRI 110, New Products & Services: Software - Cloud Related melalui T- Money di BPD Sumut, kartu SEPP serta New Products & Services: Software-Social Business Solution melalui IndiCampus.
Pada saat hampir bersamaan, Telkom juga meraih tiga penghargaan pada tiga ajang berbeda, masing-masing Penghargaan Living Legend Company, Corporate Image Award, MNC Business Award, dan Bisnis Indonesia Award.
"Penghargaan ini merupakan wujud nyata dari kerja keras seluruh karyawan Telkom selama ini dan berkat dukungan seluruh stakeholder termasuk mitra bisnis kami, sekaligus sebagai pengakuan dunia internasional terhadap kinerja dan prospek Telkom ke depan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk mewujudkan visi Telkom sebagai leading company di regional," demikian Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo di Jakarta (24/06).
Selain itu, tahun ini Telkom kembali diapresiasi melalui penghargaan Corporate Image Award untuk kategori Telekomunikasi dan Internet Provider.
Sementara itu, anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang layanan data center, yakni Telkomsigma juga meraih penghargaan yang sama untuk kategori data center.
Corporate Image Award merupakan perhargaan tertinggi untuk perusahaan yang memiliki reputasi terbaik di Indonesia. Penghargaan berdasarkan pada survei rutin secara independen yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group, dimulai dari tahun 2000.
"Penghargaan ini diperoleh berdasarkan hasil persepsi di mata masyarakat yang mempercayai kami sebagai perusahaan ICT, yang salah satunya menyediakan layanan Data Center. Kami bangga dengan dipilihnya sebagai Indonesias Most Admired Companies untuk kategori Data Center," ujar Direktur Utama Telkomsigma Judi Achmadi.

Gandeng Telkom, 26 kapal Pelni dilengkapi fasilitas internet

PT. Pelni menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk pengembangan sistem teknologi informasi. Sistem yang dinamakan On-Ship Connectivity diyakini bakal membuat pemudik kapal Pelni nyaman selama perjalanan.
Dengan sistem ini, kapal Pelni bakal disulap dengan pelbagai fasilitas seperti akses internet melalui jaringan wifi.id, perangkat Gyro serta perangkat pendukung lain untuk menerima broadcast dari satelit, layanan ATM, serta mini BTS dan DAS Telkomsel untuk mengakomodir 56 persen dominasi pelanggan Telkomsel.
"Investasi yang dikeluarkan Rp 75 miliar," ujar Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/6).
Investasi tersebut untuk 26 kapal yang nantinya bakal dibangun layanan On-Ship Connectivity itu. Sejauh ini instalasi sudah dilakukan di 6 kapal milik Pelni yaitu KM Kelud, KM Tidar, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo dan KM Sinabung.
"Target 26 kapal yang akan dibangun layanan On-Ship Connectivity pada tahun 2015," paparnya.
Awaluddin mengklaim kerja sama ini sebagai bukti dukungan Telkom memajukan sektor maritim.
Diharapkan, sinergi yang dijalin mampu memberikan nilai tambah Pelni sebagai perusahaan pelayaran nasional.
"Terutama dengan peran strategis Pelni sebagai jembatan nusantara," tuturnya.
Direktur Utama Pelni Elfien Goentoro menambahkan kerja sama sebagai bagian dari peningkatan pelayanan jelang arus mudik.
"Dengan diresmikannya layanan On-Ship Connectivity ini diharapkan dapat menjadi pendorong munculnya inovasi-inovasi lain yang dapat dikembangkan antara Telkom dan Pelni, ucapnya.

5400 unit rusun di Cengkareng bakal jadi pilot project Telkom

Pada tanggal 29 April 2015 yang lalu, Pemerintah Indonesia telah menetapkan program pembangunan satu juta hunian bagi rakyat Indonesia. Program yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo ini serentak di 10 kota besar di Indonesia.
Untuk mendukung program tersebut, PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menyediakan infrastruktur layanan Information dan Communication Technology (ICT) untuk menciptakan masyarakat digital. Dua BUMN juga melakukan kerjasama yakni Perumnas dan Telkom.
Pilot project program ini akan direncanakan pada proyek Rusunami A8 Cengkareng yang memiliki 5.400 unit. Rusunami A8 Cengkareng merupakan salah satu proyek yang menjadi bagian dari program satu juta rumah.
"Layanan Smart Building dan Broadband ICT yang difasilitasi Telkom meliputi fasilitas broadband high technology GPON Fiber Optic 10 Gbps, layanan triple play, Indonesia Wifi 100 Mbps, layanan seluler, System Integrator (Security, CCTV, Lighting, Gas Detector), Green Energy Solution, fasilitas internet 10 Mb, UseeTV 99 Channel serta aplikasi lainnya, seperti Digital Signage & Advertising, E-Parking System, Loyalty Card dan lain-lain," ujar Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom.
Hingga akhir tahun 2015, Telkom menargetkan 43 tower (24.000 unit smart home) dan 36.000 unit landed area siap difasilitasi dengan layanan broadband ICT. Anggaran untuk layanan ini telah dialokasikan sebesar Rp 1,5 Miliar per tower dan Rp 2 Miliar per 500 unit landed area per lokasi.
Untuk saat ini, Telkom sudah memfasilitasi layanan smart building dan broadband ICT di 4 towerSentraland Semarang dan Bekasi.